Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 20 Mei 2011

SALAHKAH BUDAYA MENCONTEK?



Mencontek? Lho, kenapa mesti dilarang? Mencontek tidaklah seburuk yg disangka. Banyak orang mencontek dan ternyata hasil contekannya lebih baik dari produk aslinya.

Tidak perlu jauh-jauh dan repot-repot untuk mencari pihak2 yg berhasil usai melakukan pencontekan. Cina, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang merupakan bukti nyata bahwa mencontek tidak selalu buruk. Mereka, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, melakukan pencontekan terhadap ilmu2 yg dimiliki oleh orang2 Barat dan MELAKUKAN MODIFIKASI sehingga tampil lebih menarik dan hasilnya lebih baik.

Bahkan, Bill Gates pun ditengarai melakukan pencontekan terhadap ide mouse dari Xerox. Efeknya? Kini kita melihat Microsoft berhasil menjadi sebuah perusahaan raksasa di bidang perangkat lunak.

Sementara agar mahasiswa tidak mencontek saat ujian, itu mudah. Berikan ujian yg sifatnya open book. Mahasiswa boleh membawa SEMUA buku referensi yg berkaitan dengan mata kuliah tersebut.

Ujian tutup buku, tidak lagi jamannya. Menghapal rumus bukanlah yg harus dilakukan pelajar/mahasiswa. Mengapa? Karena jika kita sudah masuk ranah pekerjaan, nyaris tidak ada yg melarang kita membuka buku2 atau daftar referensi untuk mencari rumusan atau bahkan spesifikasi data dari permasalahan yg kita hadapi.

Ada yg salah dengan sistem pendidikan kita, terutama budaya menghapal. Apa-apa kita hapal. Mulai dari plat nomor, tabel periodik, lalu rumus ABC, rumus Newton, bla bla bla. Bukan PEMAHAMAN, tapi budaya MENGHAPAL yg lebih ditekankan kepada pelajar, terutama anak-anak sejak dini.

Coba lihat orang-orang yg berhasil di bidang pendidikan, terutama yg eksakta. Jarang sekali mereka yg menghapal rumus. Mereka PAHAM KONSEP dan alurnya. Kecuali utk urusan Biologi dan Kedokteran, memang tidak ada jalan lain selain menghapal.

Jika kita melihat produk teknologi dan telco yg dihasilkan dari negara-negara itu, terutama dari Cina, kita bisa melihat bahwa produk mereka tidak lain dan tidak bukan mencontek dari produk yg telah beredar. Kita lihat saja, produk-produk KW dari iPhone, iPad begitu deras mengalir dari Cina. Dan mereka jual dengan harga yg relatif jauh lebih murah.

Toh, mereka kejar volume. Dengan harga yg cukup murah, bisa 50% lebih murah, KW dari iPhone atau Blackberry langsung disambar oleh masyarakat Indonesia. Ujung-ujungnya? Duit deras mengalir ke negara mereka.

Moral story:
- tidak semua mencontek itu jelek, karena mencontek sudah kadung dianggap hal yg
tabu
- hasil mencontek mesti lebih kreatif agar punya nilai tambah


Tanggapan

  1. wah cantik-canti pembinanya, ya semngat terus dong yang ikutan pramukanya.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.