Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 7 Mei 2008

Siswa Masih Bisa Nyontek

Pelaksanaan ujian nasional (unas) SMP hari kedua kemarin (6/5) tak jauh beda dengan hari sebelumnya. Tak ada pelanggaran menonjol dalam ujian penentu kelulusan itu. Namun, beberapa peristiwa di sela-sela ujian cukup dikeluhkan oleh anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Di antaranya, unas yang dilaksanakan oleh salah seorang siswa asal MTsN 1 di Rutan Medaeng dan model pengawasan yang masih terlalu longgar di beberapa SMP swasta.

Seto Mulyadi, salah seorang anggota BSNP, kemarin mengeluhkan pelaksanaan unas yang dijalani oleh siswa berinisial MA di Rutan Medaeng itu. Menurut dia, siswa yang terlibat kasus penjambretan tersebut seharusnya menjalani ujian bareng siswa lain di sekolah.

“Untuk unas besok (hari ini, Red), saya minta dinas pendidikan kota (dispendik, Red) bisa memindahkan siswa itu ke ruang ujian yang semestinya,” kata Seto di Kantor Dispendik kemarin. Memang, pagi kemarin, dia bersama para pejabat dispendik mengunjungi MA yang melaksanakan unas di Rutan Medaeng tersebut.

Menurut dia, unas di ruang tahanan baru bisa dimaklumi apabila ujian penentu kelulusan itu dilaksanakan oleh belasan siswa. “Tapi, itu tidak. Cuma satu anak, namun harus mengerjakan unas di tahanan. Kasihan sekali dia,” ungkapnya.

Seharusnya, tambah dia, unas bagi siswa itu tetap dilaksanakan di sekolah. Tapi, keberadaan siswa tersebut bisa disamarkan. Kemudian, polisi memberikan pengawasan khusus kepada yang bersangkutan. “Itu menyangkut psikologisnya. Seharusnya, dia bisa berkumpul dengan teman-temannya,” ujarnya. Dia juga prihatin dengan keberadaan MA yang tak dimasukkan ruang tahanan khusus anak tersebut.

Dia berjanji melaporkan kasus MA tersebut ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Seharusnya, dia dapat tempat yang lebih layak,” ucap pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu.

Bukan hanya itu, saat hendak memantau pelaksanaan unas di Rutan Medaeng, Kak Seto mengalami kesulitan. Beberapa petugas memintanya menunjukkan surat pengantar dari Depkum HAM. “Saya dimintai surat. Padahal, saya tidak harus memakai prosedur tersebut,” ucapnya. Dia kemudian menunjukkan surat tanda keanggotaan Badan Pertimbangan Pemasyarakatan. Dengan surat itu, dia bebas masuk ke semua tahanan di Indonesia.

Secara umum, pelaksanaan unas SMP hari kedua tersebut tak jauh beda dengan hari pertama. Hanya, praktik-praktik mencontek tetap ada. Di beberapa SMP swasta, pengawasan ujian tampak longgar. Saat ujian berlangsung, pengawas kerap mengabaikan tugas memelototi siswa.

Seorang siswi SMP Giki 3 yang namanya enggan dikorankan mengaku mengerjakan 40 soal mata pelajaran matematika dengan lancar. Beberapa soal yang sulit bisa dijawab dengan mudah. Untuk mengisi lembar jawaban ujian nasional (LJUN), dia cukup bertanya kepada teman satu ruang yang letaknya agak berjauhan.

“Pokoknya, gampang. Kerja sama antarteman masih bisa. Bahkan, ada beberapa teman yang bawa contekan ke dalam kelas,” jelas siswi itu. Saat ujian berlangsung, dua pengawas yang bertugas mengawasi siswa juga mengobrol satu sama lain.

Sementara itu, Puput Wananti, anggota tim pemantau independen (TPI) yang bertugas di sekolah tersebut, menyatakan bahwa unas berlangsung lancar. “Tidak ada kejadian yang menonjol. Semua berjalan lancar,” ucap dia. Dia juga menyatakan tak ada LJUN yang rusak. “Beberapa siswa hanya mengeluh LJUN mengelupas saat dihapus, tapi tidak sobek,” terangnya.

Pengawasan di subrayon 43 pun lancar. Di SMP Khadijah, misalnya, Ketua Penyelenggara Unas SMP Khadijah Sri Indriawati menyatakan tak ada masalah. Pengawas bekerja dengan baik. “Sama sekali tak ada masalah,” kata perempuan berjilbab tersebut.

Sementara itu, para siswa mengatakan dapat mengerjakan unas matematika dengan baik. Walaupun, menurut mereka, soal unas tersebut lebih sulit daripada tryout. “Yah lumayan, agak lebih susah daripada tryout. Tapi, insya Allah bisa,” tutur Bagus Maulana. Di SMP tersebut, tak sedikit siswa yang mengecek lembar soal mereka setelah keluar dari kelas. Para siswa tersebut saling mencocokkan jawaban dengan kawan-kawan lainnya.

Kepala Bidang Dikmen Ruddy Winarko menyatakan, dispendik sudah tak henti-hentinya mengingatkan agar pengawas melaksanakan tugas dengan baik. “Kami terus memperingatkan mereka. Tapi, namanya ribuan pengawas, masih ada juga yang begitu,” ungkapnya. (git/ara/nw)

Iklan

Responses

  1. smpn 1 dolopo kpan mengadakan pendaftaran siswa baru


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: