Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 8 Mei 2008

Usaha Para Penyanyi untuk Peduli Lingkungan

Pada 22 April, seluruh dunia memperingati Hari Bumi. Gerakan yang kali pertama diadakan pada 1970 itu bertujuan menggalang kepedulian manusia terhadap alam. Beberapa musisi mempunyai cara masing-masing untuk peduli terhadap lingkungan. Berikut aktivitas yang dilakukan beberapa musisi selama setahun belakangan.

Jack Johnson

Musisi folk asal Hawaii ini memang dikenal concern dengan isu-isu lingkungan. Usaha terbaru Johnson adalah mendesain ulang kantor dan studio label rekaman miliknya, Brushfire Records.

Johnson melapisi bagian dalam studio dengan bahan denim bekas pakai. Pria bernama lengkap Jack Hody Johnson itu memasang 32 buah solar panel di bagian atap studio. Fungsinya adalah sebagai sumber energi listrik. Dia juga menggunakan penerangan berupa lampu fluorescent. Juga ada toilet low-flush untuk mengurangi konsumsi air.

Dalam promosi album terbaru, Sleep Through the Static, Johnson menggunakan merchandise ramah lingkungan. Dia menyediakan paket khusus untuk penjualan pre-order bernama Sleep Through the Static CD Fan Pack. Pembeli paket itu akan memperoleh CD, T-Shirt berbahan organik, dan reusable tote bag.

“Aku tidak menganggap diriku yang paling benar atau paling peduli lingkungan. Aku hanya ingin melakukan apa yang aku bisa untuk menolong orang lain,” ujar Johnson dalam sebuah interview.

Dave Matthews Band

Band yang diawaki Dave Matthews (vokal, gitar), Carter Beauford (drum), LeRoi Moore (saksofon), Stefan Lessard (bas), dan Boyd Tinsley (violin) itu terkenal sering menyumbang ke beberapa yayasan amal. Kali ini, mereka menambah totalitas untuk perbaikan dunia dengan aktivitas peduli lingkungan.

Dave Matthews Band (DMB) sudah merancang sebuah tur musim panas yang ramah lingkungan. Mereka bekerja sama dengan Reverb, sebuah organisasi nonprofit yang meng-arrange konser-konser minim polusi.

Dalam kerja sama itu, mereka menghitung jumlah emisi CO2 dari setiap pemberhentian DMB selama tur. Mereka juga membeli energy credits untuk mengganti seluruh emisi gas yang dikeluarkan di venue, hotel, penerbangan, kendaraan tur, bahkan mobil milik fans. Kabarnya, tur tersebut dimulai 5 Juli.

KT Tunstall

Diva bergitar generasi baru ini tak ingin ketinggalan untuk melestarikan lingkungan. September 2007, Tunstall merilis booklet gratis edisi khusus untuk album terbaru, Drastic Fantastic.

Menariknya, booklet hasil patungan dengan label rekamannya, Virgin Records, itu terbuat dari bahan-bahan alami. Materi pembuatnya terdiri atas 100 persen bahan daur ulang dan bebas klorin.

Sama seperti DMB, penyanyi berdarah Tiongkok, Skotlandia, dan Irlandia itu sedang merancang sebuah tur bebas karbon di Inggris. Tunstall juga melakukan penghijauan di sekitar daerah rumahnya di London.

Serj Tankian

Vokalis band rock System of A Down ini ambil bagian dalam pelestarian lingkungan dengan membuat situs bernama skyisover.net. Situs itu menyediakan link dengan berbagai situs organisasi pelestarian lingkungan. Misalnya, http://www.greenpeace.org, http://www.sierraclub.org, http://www.worldwildlife.org, dan http://www.stopglobalwarming.org.

Dalam situs itu, terdapat link dengan beberapa situs organisasi nonprofit yang bergelut di bidang perlindungan hukum dan HAM. Misalnya, http://www.amnesty.org, http://www.electthedead.com, dan http://www.axisofjustice.org.

Axis of Justice merupakan organisasi nonprofit yang didirikan Tankian dan gitaris Rage Against the Machine, Tom Morello. Tujuan organisasi itu adalah untuk mempersatukan musisi, penggemar, dan organisasi politik dalam menegakkan keadilan sosial.

Radiohead

Pada Oktober 2007, Thom Yorke (vokal), Jonny Greenwood (gitar), Ed O’Brien (gitar), Colin Greenwood (bas), dan Phil Selway (drum) merilis album In Rainbows dalam format download digital. Namun, pemilihan cara rilis itu bukan hanya untuk bikin sensasi. Ide awalnya adalah untuk mengurangi polusi.

Radiohead berpendapat bahwa tahap produksi CD dalam bentuk fisik akan menyisakan banyak CD buangan yang tidak dipakai. Sisa CD itu dengan sendirinya menimbulkan polusi karena bahan pembuatnya sulit terurai secara alami.

Radiohead juga dikenal sebagai band yang enggan bepergian ke luar negeri untuk mengadakan tur. Alasannya, takut menambah polusi akibat gas buang kendaraan yang mereka tumpangi. Kalaupun “terpaksa” bepergian, mereka berkonsultasi dulu dengan sebuah firma bernama Best Foot Forward untuk mengurangi emisi gas yang mereka hasilkan.

Penulis, Da2ng&Ginanjar Pelajar SMPN 1 Dolopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: