Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 6 Juni 2008

Sekolah Unggulan Berbasis Internasional

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Hal itu merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN), soal sekolah unggulan memiliki payung hukum pada beberapa dimensi. Ada beberapa ketentuan dalam UU SPN yang dapat dijadikan rujukan untuk membahas sekolah unggulan UU SPN juga mengatur bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Merupakan kewajiban pemerintah agar setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Di era sekarang, sesuai dengan kemajuan teknologi, bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik.

Oleh karena itu, kini semakin banyak sekolah berbasis internasional yang banyak diminati masyarakat untuk memasukkan anaknya di lembaga pendidikan tersebut. Faktanya, tidak hanya sekolah negeri saja yang sudah dinyatakan berbasis internasional. Lembaga pendidikan swasta pun juga berlomba-lomba menaikkan statusnya menjadi sekolah berbasis internasional.

Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilai pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dalam konteks ini pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai sejumlah kewajiban.

Yakni menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Oleh karena itu pendidik harus memiliki sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjeang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan, menjadi tempat guru mengajar dan murid belajar, sehingga terjadilah proses belajar mengajar. Melalui proses ini, murid dapat meningkatkan serta memperkembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, kebijakan dan kepribadian. Tata hubungan antar manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya, manusia dengan Tuhan. Dan mengembangkan teknologi ketrampilan kesenian.

Oleh karena itu sekolah dituntut untuk mengembangkan kultur sebagai masyarakt belajar. Yakni masyarakat yang memiliki tata kehidupan yang mengatur hubngan antar guru dengan lingkungannya mengajar, dan murid belajar dalam suatu proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, dalam suasana yang menggairahkan.

Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat belajar adalah terdapat guru mengajar dan murid belajar dengan baik. Terjadi proses belajar mengajar yang baik. Tercipta masyarakat yang mau belajar keras dan bekerja keras. Terbentuk manusia Indonesia seutuhnya. Terpilih menjadi teladan masyarakat sekitarnya.

Pengembangan sekolah sebagai masyarakat belajar mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, Secara terperinci, tujuan pengembangan sekolah sebagai masyarakat belajar adalah meningkatkan mutu pendidikan. Menciptakan masyarakat yang mau belajar keras dan bekerja keras. Membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Menjadikan sekolah sebagai teladan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Jika semua faktor tersebut sudah mampu dilaksanakan dengan baik dan berkualitas berdasarkan tersedianya sarana dan pasarana yang memadai, maka kultur sekolah unggulan seperti yang diharapkan bisa tumbuh dengan baik pula. Juga masih dituntut untuk mampu menghadapi persaingan dunia pendidikan dan persaingan global di tengah masyarakat.

Tentu, tantangan yang dihadapi dalam era globalisasi sekarang ini tidak ringan. Terutama dalam mempertahankan dan meningkatkan pendidikan budi pekerti akibat polusi kebudayaan global yang sering tidak akrab dengan sendi-sendi pendidikan. (M. Yd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: