Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 17 Juni 2008

Mutu Pendidikan Lebih Bergatung pada Guru

Kurikulum yang baik sangat diperlukan dalam pendidikan. Karena itu, peninjauan dan penyempurnaan kurikulum merupakan suatu keharusan. Kendati demikian, kurikulum yang baik belum menjamin baiknya mutu pendidikan.

”Mutu dan hasil proses pendidikan lebih banyak bergantung pada guru sebagai pihak yang mengimplementasikan kurikulum tersebut,” ujar Dr. Sarwiji Suwandi SPd, dosen Pascasarjana Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kemarin (15/6).

Sarwiji mengungkapkan hal itu dalam seminar nasional ‘Peningkatan Profesionalisme Guru Bahasa dan Sastra Indonesia’ di IKIP PGRI Madiun. Menurut dia, peran guru tidak saja bertalian dengan menransmisikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. ”Tapi juga nilai-nilai. Tersedianya guru yang profesional merupakan kunci penting keberhasilan pendidikan,” kata Sarwiji.

Profesionalisme guru, lanjut Sarwiji, bisa terwujud jika tenaga pendidik memiliki kompetensi yang memadai. ”Meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial,” jelas Sarwiji yang juga tim asessor Badan akreditasi Nasional Dikti ini.

Ia lantas mengutip hasil uji kompetensi guru SD dan SMP yang dilaksanakan Dittendik Ditjen Dikdasmen Depdiknas pada tahun 2004. Di mana diketahui bahwa tingkat kompetensinya masih tergolong rendah. ”Untuk guru SD di bawah 50 persen. Sedangkan guru SMP di bawah 60 persen,” ungkapnya.

Data tersebut, lanjut Sarwiji, menunjukkan masih rendahnya kompetensi kognitif yang dimiliki para guru. Tidak mengherankan jika pembelajaran di sekolah kurang bermutu dan kurang mampu mencapai standar. ”Akibatnya, kualitas pendidikan menengah sangat memprihatinkan, serta berdampak buruk terhadap mutu sumber daya manusia,” ujarnya.

Permasalahan seputar profesionalisme guru juga diungkapkan Dr Budhi Setiawan MPd, narasumber lainnya. Dikatakan, profesionalisme guru terletak pada kesediaan guru untuk mengaji praktik pengajaran sepanjang karirnya untuk menjadi pengajar yang makin lama makin baik.

Budhi sempat pula membeberkan strategi yang efektif dalam pengembangan profesionalisme guru. Di antaranya, melibatkan guru dalam tugas mengajar keseharian yang nyata, didasarkan pada permasalahan di lapangan, bersifat kolaboratif, serta intensif dan berkelanjutan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: