Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 17 Juni 2008

Pilih Istighotsah dan Sujud Syukur

Kelulusan sekolah tidak harus dirayakan dengan aksi corat-coret baju seragam atau konvoi. Siswa SMAN 5 Kota misalnya, kemarin menggelar istighotsah dan sujud syukur di musala setempat.

Sebelum melaksanakan istighotsah, digelar acara pelepasan siswa melalui upacara. ”Intinya setelah dididik selama tiga tahun, anak-anak kita kembalikan ke wali murid masing-masing,” ujar Parmoko, Kepala SMAN 5 ditemui usai upacara kemarin (16/6).

Kegiatan istighotsah dimulai sekitar pukul 08.00. Usai mengikuti istighotsah dengan khusyu, dipimpin seorang guru agama Islam sekolah tersebut, siswa melakukan sujud syukur. ”Apa yang dicapai siswa (lulus 100 persen, red) memang pantas disyukuri. Apalagi tahun ini sekolah kami lulus 100 persen,” ungkapnya.

Kegiatan serupa dilakukan siswa SMAN 1 Mejayan, Kabupaten Madiun. Menurut Yuyun Setyowati, salah seorang murid, kegiatan itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas kelulusan mereka. Seperti halnya SMAN 5 Kota, sekolah di Jl Panglima Sudirman, Caruban itu dinyatakan lulus semua. ”Alhamdulillah hasil jerih payah selama ini, membuahkan hasil yang bagus,” ujarnya.

Dikatakan, berbagai usaha dilakukan siswa kelas XII selama menghadapi Unas. Seperti bimbingan intensif yang diadakan di sekolah. Selain itu, melakukan doa bersama. ”Kalau ada les, kami pulang sampai pukul 15.30 sore,” katanya.

Kepala SMAN 1 Mejayan Mahfudz menambahkan, perayaan kelulusan memang sebaiknya tidak dilakukan dengan hura-hura. Namun, diwujudkan dengan kegiatan yang lebih memberi manfaat. ”Sujud syukur seperti ini baru tahun ini diadakan,” katanya.

Dijelaskan, selain berhasil meraih tingkat kelulusan 100 persen, 38 muridnya mendapatkan nilai absolut 10,00 untuk bidang studi matematika. ”Apalagi, nilainya tidak ada yang di bawah grade,” ungkapnya.

Menanggapi peraih nilai Unas tertinggi Nurul Indana yang terbentur biaya untuk melanjutkan studi, Mahfudz mengaku akan berusaha untuk mencarikan orangtua asuh. ”Karena anak itu berpotensi. Dan, saya sudah memberikan penawaran pada dia agar ikut mendaftar SPMB mendatang.

Sementara itu, aksi konvosi dan corat-coret baju merayakan kelulusan, kemarin masih terjadi. Pantauan koran ini, di Caruban puluhan pelajar meluapkan kegembiraan lulus sekolah dengan konvoi menggunakan sepeda motor keliling kota.

Pemandangan serupa terlihat di Kota Madiun. Ratusan siswa melakukan aksi konvoi di jalan-jalan. Bahkan, kondisinya lebih ramai dibandingkan Sabtu lalu pada saat pengumuman. Mereka putar-putar kota hingga siang.

Kasubdin Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gaguk Agus Ahmadi menjelaskan, ke depan perayaan kelulusan perlu dikonsep dalam kegiatan lain yang lebih baik. ”Saya kepingin misalnya luapan kegembiraan itu dilakukan dengan kegiatan sosial dan keagamaan,” jelasnya.

Kota Madiun tak berhasil masuk sepuluh besar prestasi se-Jawa Timur. Daftar Nilai Ujian Nasional (DANUN) tertinggi untuk SMA jurusan IPA 56,15 diraih siswa SMA Negeri 2, IPS 52,65 siswa SMA Negeri 5. Untuk SMK, tertinggi 36,85 untuk empat pelajaran Unas dari SMK Negeri 3.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: