Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 12 Januari 2009

Perlukah Guru SMPN 1 Dolopo Ber – IT ?

cimg6530Rasanya saya pingin untuk menjemput kembali masa-masa remaja saya yang telah berlalu hampir 15 tahun yang lalu…., menjemput sebuah kebiasaan yang akhirnya harus saya nafikan karena sudah kelewat kecantol ke dunia ICT….!!!

Keinginan itu muncul ketika sebuah novel laris muncul ke permukaan dan menjadi audisi film terfavorite dalam pemilihan salah satu bintang yang akan memerankan tokoh utama dalam film tersebut…ya apalagi kalo bukan “Ketika Cinta Bertasbih” karya bung Habiburrahman…

Bagaimana sekiranya… novel tersebut menjadi “Ketika Guru Ber-IT”, melihat bagaimana lambannya impelemenasi IT dalam dunia pendidikan kita, sulitnya bagi guru beradaptasi dengan teknologi baru, merasa akan menambah pekerjaan- toh tanpa IT-pun selama ini masih tetap bisa ngajar… dan masih banyak lagi fenomena yang sangat menarik untuk kita lihat pada saat IT mulai di adopsi sebagai pelengkap dan penyempurna dunia pendidikan.

Bagaimanapun..guru adalah tokoh sentral dalam proses konsruksi pengetahuan dan keterampilan bagi anak didik, sehingga melek teknologi merupakan salah satu keharusan yang dimiliki oleh guru0gur kita, agar kita tidak lagi menjadi negara yang hanya selalu berlari mengejar keteringgalan dari belakang…. dan kemudian mengenang sejarah masa lalu…tentang kejayaan kita…!!

Tahun 60-an hingga 70-an, Indonesia melakukan ekspor kekayaan intelektual ke Malaysia, dengan mengirimkan ribuan tenaga gurunya ke Malaysia, sebagai usaha Malaysia dalam mengejar ketertinggalan pendidikannya dari Indonesia… 40 tahun sudah berlalu, bagaimana hasilnya sekarang? Rasanya sudah waktunya kita berbenah diri…lupakan masa lalu…hadapi masa depan..kejar segala ketertinggalan….!!!

Melalui beberapa kegiatan training yang telah dilakukan selama ini, dalam rangka untuk melakukan penetrasi ICT dalam pendidikan di sekolah-sekolah dapat dilihat ternyata masih banyak hasil dari kegiatan tersebut belum memberikan dampak yang signifikan, kecendrungan yang terjadi adalah kebanyakan agenda pelatihan itu hanya menjadi sarana berlibaur dan berekreasi… ketika sebuah training menuntu suatu kewajiban tugas yang harus dikerjakan, maka kecendrungannya jumlah peserta sedikit….!!

Oleh karena itu mari kita mulai menganalisa kembali… siapa yang salah dan siapa yang keliru…? Mungkinkah pola pelatihan yang kurang berkenan? ataukah manajemen proyek pelatihan yang cendrung terkesan mendadak dan dipaksakan? Ataukan memang guru kita tidak ingin mengalami perubahan? Mari kita cari bersama-sama jawabannya.

Iklan

Responses

  1. IT sangat penting untuk guru. makanya yang sering-sering aja didiklat……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: