Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 27 Juli 2009

Upaya Guru Dalam Meraih Siswa Berprestasi

CIMG5942
CIMG5993 CIMG7681 CIMG7693
Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peranan amat penting dalam keseluruhan upaya pendidikan. Bimbingan merupakan bagian terpadu dari keseluruhan upaya pendidikan yang dilakukan agar anak dapat mencapai hasil kegiatan yang optimal. Hal ini dapat diupayakan melalui peningkatan kualifikasi pendidikan, kinerja profesionalisme guru, tentunya diiringi dengan kesejahteraan bagi guru dan pemberian penghargaan.

Terkait dengan makna profesionalisme maka guru harus merefleksikan kamampuan dan kesiapan untuk melaksanakan seluruh tugas profesional guru yang mensyaratkan adanya kepribadian yang menjadi teladan, menguasai ilmu keguruan dan memahami materi pelajaran.

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru melainkan oleh intake (siswa), sarana, dan faktor-faktor eksternal lainnya, sesuai dengan pendekatan pembelajaran holistik, pembelajaran sebagai proses terpadu memungkinkan adanya hubungan antara sekolah dan orang tua. Guru dan orang tua sama-sama memandang pentingnya pengembangan potensi anak secara optimal.
Siswa dapat berhasil dalam pendidikan apabila proses pendidikannya itu berlangsung terus menerus baik di sekolah maupun di dalam keluarga. Tetapi pada akhirnya tidak terlepas pada kompetensi yang dimiliki setiap guru dalam proses pembelajaran.

Upaya guru terhadap pembimbingan siswa harus didasari hati yang ikhlas, rela berkorban, tanpa pamrih, apapun hasil yang diperoleh, guru harus tetap menghargai usaha siswa baik belum berhasil apalagi jika berhasil, semua harus dijadikan proses pembelajaran agar tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diperoleh.

Guru yang melakukan pembimbingan terhadap siswa dalam berbagai lomba baik memperoleh juara maupun tidak, dihargai minimal tingkat kecamatan. Hal ini merupakan angin segar bagi para guru yang selalu melakukan pembimbingan terhadap siswa-siswinya.
Namun demikian tidak sedikit guru yang sudah melakukan pembimbingan, tidak mempunyai bukti fisik, hal ini mungkin kurangnya apresiasi di lingkungan tenaga kependidikan itu sendiri, atau mungkin masih melekatnya anggapan bahwa prestasi yang dihasilkan siswa nantinya tidaklah memiliki arti penting dalam menunjang karir guru itu sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: