Oleh: SMP Negeri 1 Dolopo Madiun, Jawa Timur, Indonesia | 25 Oktober 2011

BEBASKAN BUDAYA MENCONTEK DI SEKOLAH KITA



Menyontek ketika ulangan memang identik dengan pelajar. Selalu saja ada hubungan antara pelajar dan kebiasaannya itu. Bagaikan ada gula ada semut, kebiasaan menyontek ini tidak bisa dihindari bagi sebagian besar siswa.

Menyontek bukan tanpa dampak negatif, siswa yang sering mencontek akan membentuk pribadi yang tidak percaya diri, ia menjadi anak yang hanya bisa bergantung pada catatan-catatan kecil dan temannya, ia pun menjadi anak yang malas berfikir, dan tidak bisa menggunakan nalar dan fikirannya secara maximal.

Apa yang menjadi dasar pemikiran siswa-siwa untuk melakukan hal bodoh yang tidak berarti? Paradigma untuk mendapatkan nilai bagus sering kali menjadi penyebab siswa menyontek. Siswa cenderung berfikir bagaimana cara mendapatkan nilai yang tinggi tanpa berfikir bagaimana cara menyelesaikan soal-soal yang dihadapinya, misalnya dengan menulis catatan kecil di kertas atau di atas meja dan sebagainya.

Tetapi, mengapa siswa harus menyontek jika ia dapat menguasai materi dengan baik? Ada kalanya sang guru tidak dapat menerangkan materi pelajaran seperti layaknya guru menerangkan, sehingga siswa tidak dapat menangkap isi pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut, sedangkan siswa dituntut untuk mendapatkan nilai yang cukup bahkan tinggi. Kita tidak bisa menyalahkan siswa begitu saja, karena pada dasarnya ia tidak menerima materi pelajaran dengan baik. Haruskah kita menyalahkan guru atau siswa?
Kita memang tidak bisa menyalahkan satu pihak dengan memandang sebelah mata, dan masalah ini hanya bisa diselesaikan mulai dari diri kita sendiri.
Setiap kali UTS atau UAS hal mencontek memang sering dilakukan oleh siswa. Kadang Guru sebagai pengawas ruangan terlalu lunak terhadap fenomena ini. Ada kalangan guru mencari perhatian siswa hanya dengan membiarkan anak-anak mencontek atau tanya kesana kemari pada teman yang dianggap pandai. Ini bertujuan agar guru tersebut disenangi oleh siswa. Namun yang lebih parah lagi ada guru yang menyuruh siswa-siswanya untuk mencontek agar waktunya mengerjakan selesai dengan cepat. Padahal kalau kita mampu analisis, hasilnya anak nantinya akan menjadi bodoh dan ini yang disebut pembodohan. Astaghfirulloh….
Semoga ini bermanfaat biarpun sedikit. Semoga ini berguna walau sesaat. Dan semoga ini bisa menyadarkan, sekalipun sulit menyadarkan orang yang rela melakukan apa saja untuk keberhasilannya dan keberuntungannya.

Iklan

Responses

  1. HIMATIKA UGM present :
    Lomba Matematika Nasional ke-22 Nasional 2011 tingkat SMP dan SMA. Memperebutkan piala bergilir HIMATIKA (untuk tingkat SMA) dan total hadiah 30 juta Rupiah.
    Website dan pendaftaran : http://lmnas.fmipa.ugm.ac.id/
    Facebook : Lomba Matematika
    FanPage : http://www.facebook.com/lombamatematika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: